Minggu, Mei 25, 2014

Sejarah Candi Borobudur

Terasa sangat menarik untuk menelisik Sejarah Candi Borobudur, salah satu tempat wisata Jogja yang tidak hanya populer di kalangan turis domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara. Objek wisata peninggalan sejarah ini merupakan Candi Budha, yang terletak di daerah Borobudur, Magelang. Candi Borobudur dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra, kurang lebih pada tahun 800-an Masehi. Selain umurnya yang sudah sangat tua, Candi Borobudur juga merupakan Candi terbesar di dunia.

Menariknya, Candi yang terdiri atas enam teras bujursangkar ini dihiasi dengan panel relief sebanyak 2.672, dengan 504 arca Buddha. Selain itu, juga memiliki stupa yang cukup banyak, dimana stupa utama berada di tengah-tengah, pada bagian teratas, yang sekaligus berperan sebagai mahkota candi. Stupa-stupa lain berjumlah 72 buah dan berbentuk lebih kecil, berdiri mengelilingi stupa utama.

Sejarah Candi Borobudur

Dibangun pada abad kesembilan, sekitar tahun 800 Masehi oleh penganut agama Buddha Mahayana, di bawah pemerintahan wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Katangtengah dan Tri Tepusa, seorang sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasi doktornya, memperkirakan bahwa Candi Borobudur dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra, oleh raja Mataram yang bernama Samaratungga, tahun 824 Masehi. Pemangunan diperkirakan memakan waktu hingga setengah abad, sehingga dilanjutkan oleh putrinya, yaitu Ratu Pramudawardhani.

Namun, secar resmi, siapa yang membangun Candi Borobudur belum diketahui, kerena memang tidak ditemukan bukti tertulis tentang itu. Tidak diketahui sejak kapan Candi Borobudur mulai ditinggalkan, tetapi sebelum ditemukan kembali, psisi Candi dalam keadaan terkubur lapisan tanah dan debu vulkanik, yang kemudian ditumbuhi pepohonan dan semak belukar. Hal ini tentu saja membuat peninggalan sejarah ini benar-benar menyerupai bukit.

Sejarah Candi Borobudur

Penemuan kembali Candi Borobudur pada tahun 1814, pada saat Tanah Jawa berada di bawah pemerintahan Inggris. Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles mendapatkan kabar tentang keberadaan monumen besar jauh berada di tengah hutan, di dekat desa Bumisegoro. Kemudian ia mengutus seorang insinyur Belanda, yang bernama H.C. Cornelius, untuk menyelidiki monumen tersebut. Setelah kurang lebih dua bulan melakukan penebangan pepohonan dan penggalian tanah, ia kemudian melaporkan dan menyerahkan gambar sketsa Borobudur pada Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles. Ia berhenti melakukan penyelidikan karena ancaman longsor di bukit Borobudur. Meskipun penemuan tersebut hanya menyebutkan beberapa kalimat saja, namun Raffles dianggap berjasa atas penemuan kembali monumen ini, dan hasil penelitian tersebut secara perlahan menarik perhatian dunia.




Pemugaran pertama dilakukan pada tahun 1907. Pada tahun 1973, dilakukan pemugaran besar-besaran terhadap Candi Borobudur, yang didukoung oleh UNESCO. Pada bulan Januari 1985, pernah terjadi insiden pemboman Candi Borobudur oleh sekelompok orang ekstrim. Saat ini, Candi Borobudur menjadi objek wisata yang sangat diminati oleh wisatawan, dan paling banyak mendapatkan kunjungan sebagai objek wisata tunggal di Indonesia. Tercatat pada tahun 1974, sebanyak 260.000 wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, mengunjungi Candi Borobudur.
Paket Wisata Dieng

Paket Wisata Dieng

Menjelajah Negeri Di Atas Awan, penawaran spesial Paket Wisata Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Penginapan Dieng

Penginapan Dieng

Reservasi Penginapan Dieng, lebih murah dan hemat, tetap berkualitas. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Sewa Motor Dieng

Sewa Motor Dieng

Jasa sewa motor murah di Dieng dengan berbagai pilihan menarik. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Sewa Tenda Dieng

Sewa Tenda Dieng

Jasa Penyewaan Tenda Camping di Dieng dan Gunung Prau 2.565. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Open Trip Gunung Prau

Open Trip Gunung Prau

Program spesial untuk Anda, Open Trip Pendakian Gunung Prau Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Rental Mobil Dieng

Jasa Rental Mobil Dieng

JASA RENTAL MURAH MOBIL DIENG, melayani berbagai rute & tujuan. Calya Wisata : 0852-0009-6334.