Senin, September 08, 2014

Monumen Bandung Lautan Api

Monumen Bandung Lautan Api, merupakan bangunan untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api pada tahun 1946. Dalam peristiwa tersebut, sekitar 200.000 warga Bandung dalam waktu tujuh jam membakar rumah mereka. Monumen Bandung Lautan Api juga menjadi markah kota Bandung, dan menjadi salah satu tempat tujuan wisata sejarah. Dibangun di tengah kota, di Jl. M. Toha, kawasan Lapangan Tegallega, Bandung, dengan tinggi kurang lebih 45 meter dan memiliki sisi sebanyak 9 bidang.

Peristiwa sejarah yang terjadi pada tanggal 23 Maret 1946 tersebut rupanya membuat Monumen Bandung Lautan Api menjadi begitu populer. Di monumen tersebut, wisatawan dapat melihat fakta sejarah yang menunjukkan pada dunia, bahwa strategi, semangat dan daya juang rakyat Bandung dalam menghadapi Tentara Sekutu sangat luar biasa, dan patut mendapatkan apresiasi dari semua pihak. Semangat mempertahankan bumi pertiwi dari tangan penjajah.

Pembakaran kota Bandung diawali dengan adanya ulitmatum dari Tentara Sekutu di bawah pimpinan Brigade MacDonald agar Tentara Repoeblik Indonesia meninggalkan kota Bandung. Para pejuang dan rakyat tidak rela jika kota Bandung dimanfaatkan sebagai markas militer tentara Sekutu dan Belanda. Agar seluruh potensi yang ada di kota Bandung tidak dimanfaatkan oleh pihak Sekutu maupun Belanda, maka diputuskan untuk membumihanguskan kota Bandung. Keputusan bumihangus kota Bandung diambil dalam musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan.

Kolonel Abdoel Haris Nasoetion yang waktu itu menjabat sebagai Komandan Divisi III Tentara Repoeblik Indonesia mengumumkan hasil musyawarah tersebut kepada seluruh warga Bandung dan segera melakukan evakuasi warga. Hari itu juga, pada tanggal 23 Maret 1946, rombongan evakuasi warga mengalir, dan pada malam harinya dilakukan pembakaran rumah-rumah penduduk.

Istilah Bandung Lautan Api pertama kali muncul pula di harian Suara Merdeka tiga hari setelah peristiwa pembumihangusan kota Bandung, tanggal 26 Maret 1946. Atje Bastaman, seorang wartawan muda yang menyaksikan pembumihangusan kota Bandung dari bukit Gunung Leutik. Setelah ia tiba di Tasikmalaya, kemudian segera membuat berita yang berjudul "Bandoeng Djadi Laoetan Api".

Monumen Bandung Lautan Api

Namun, karena ruang untuk tulisan judal tidak mencukupi, sehingga hanya ditulis "Bandoeng Laoetan Api" saja. Sejak itulah istilah Bandung Lautan Api menjadi populer di seluruh Indonesia.




Bagi wisatawan yang berlibur ke kota Bandung, sangat disarankan untuk memasukkan Monumen Bandung Lautan Api dalam agenda perjalanannya, karena bangunan inilah markah utama kota Bandung, dan menjadi tempat untuk mengenang peristiwa paling bersejarah, yang melibatkan aksi-aksi heroik dan patriotik warga Bandung.

Baca artikel lain tentang Tempat Wisata Di Bandung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar sesuai dengan materi artikel, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dengan tidak menuliskan kata-kata singkatan tidak baku. Komentar yang hanya berisi satu atau dua kalimat saja akan dianggap sebagai komentar spam.

Paket Wisata Dieng

Paket Wisata Dieng

Menjelajah Negeri Di Atas Awan, penawaran spesial Paket Wisata Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Penginapan Dieng

Penginapan Dieng

Reservasi Penginapan Dieng, lebih murah dan hemat, tetap berkualitas. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Sewa Motor Dieng

Sewa Motor Dieng

Jasa sewa motor murah di Dieng dengan berbagai pilihan menarik. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Sewa Tenda Dieng

Sewa Tenda Dieng

Jasa Penyewaan Tenda Camping di Dieng dan Gunung Prau 2.565. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Open Trip Gunung Prau

Open Trip Gunung Prau

Program spesial untuk Anda, Open Trip Pendakian Gunung Prau Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Rental Mobil Dieng

Jasa Rental Mobil Dieng

JASA RENTAL MURAH MOBIL DIENG, melayani berbagai rute & tujuan. Calya Wisata : 0852-0009-6334.