Senin, September 29, 2014

Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia merupakan sebuah gedung yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda dan informasi yang berkaitan dengan dunia keuangan dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Nusantara. Museum Bank Indonesia berada di Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat, atau di depan Stasiun Beos Kota. Gedung yang digunakan sebagai museum adalah peninggalan kolonial (De Javasche Bank) yang dibangun pada tahun 1828. Gedung berasitektur neoklasik ini ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai salah satu cagar budaya yang harus dilestarikan.






Berbagai informasi lengkap mengenai aktivitas keuangan sebelum Nusantara dijajah oleh bangsa Eropa serta peran Bank Indonesia dalam sejarah perjalanan bangsa, termasuk kebijakan-kebjakan Bank Indonesia yang berdampak bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat, dapat dijumpai di museum ini. Pengunjung juga dapat melihat latar belakang dikeluarkannya berbagai kebijakan Bank Indonesia hingga kurun waktu tertentu. Koleksi benda-benda bersejarah berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang dapat dijumpai antara lain koleksi uang numismatik. Penyajian di Museum Bank Indonesia juga sudah dikemas dengan sentuhan teknologi modern, seperti multimedia. Display elektronik, televisi plasma, diorama, hingga panel statik, sehingga memudahkan pengunjung dalam mencari berbagai informasi.

Museum Bank Indonesia diresmikan melalui dua tahap, tahap I dilakukan pada tanggal 15 Desember 2006 oleh Burhanuddin Abdullah, sebagai Gubernur Bank Indonesia dan tahap II dilakukan pada tanggal 21 Juli 2009 oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Latar Belakang Berdirinya Museum Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral di negara Indonesia merupakan lembaga yang memiliki peran penting dan sangat vital dalam kehidupan berbangsa. Berbagi kebijakan-kebijakan strategis telah diambil oleh Bank Indonesia, baik berdampak langsung maupun tak langsung dalam masyarakat. Lembaga yang didirikan pada tanggal 1 Juli 1953 ini telah banyak berperan dalam perekonomian nasional, namun masih banyak masyarakat yang tidak mengenal dan memahami kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, sehingga sering menimbulkan persepsi buruk terhadap lembaga ini. Hal ini dapat terjadi karena tidak cukup tersedia akses untuk mendapatkan informasi akurat mengenai Bank Indonesia.






Sebelum didirikan Bank Indonesia, ada satu lembaga keuangan jaman kolonial, yaitu De Javasche Bank (DJB), yang didirikan pada tahun 1828 oleh pemerintah Hindia Belanda. De Javasche Bank merupakan cikal bakal berdirinya Bank Indonesia. Gedung De Javasche Bank kemudian dilanjutkan pemakaiannya oleh Bank Indonesia, dan menjadi Gedung BI Kota. Semakin berkembangnya perekonomian bangsa Indonesia membuat Gedung BI Kota sudah tidak mampu lagi menampung aktivitas perkantoran Bank Indonesia, sehingga Bank Indonesia memerlukan tempat baru sebagai kantor. Dengan berpindahnya Bank Indonesia ke kantor baru, membuat gedung peninggalan De Javasche Bank praktis kosong, sehingga terancam kerusakan karena tidak terawat dengan baik. Akhirnya pemerintah menetapkan bangunan Gedung De Javasche Bank sebagai salah satu cagar budaya. Untuk itu, perlu pemanfaatan yang tepat agar pemeliharaan dan pelestariannya dapat dilakukan dengan baik. Pada saat yang sama, Bank Indonesia juga memiliki barbagai benda dan dokumen bersejarah yang harus disimpan dan dirawat agar dapat memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat.

Museum Bank Indonesia

Dengan latar belakang untuk menyajikan informasi dan pengetahuan yang dapat diakses oleh masyarakat terutama tentang peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa, maka Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk membangun Museum Bank Indonesia. Gedung Bank Indonesia Kota yang dulunya sebagai Gedung De Javasche Bank akhirnya dimanfaatkan sebagai museum. Pemanfaatan gedung BI Kota tersbut merupakan upaya pelestarian cagar budaya. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menetapkan daerah Kota sebagai daerah pengembangan Kota Lama Jakarta. Bank Indonesia juga diharapkan mampu menjadi pelopor pemugaran gedung-gedung bersejarah di daerah Kota.






Dalam perkembangannya, Museum Bank Indonesia diharapkan mampu menjadi sebuah lembaga yang mampu menyimpan, merawat, dan menyajikan informasi-informasi penting kepada masyarakat berkaitan dengan peran dan perjalanan Bank Indonesia. Selain berbagai pertimbangan di atas, gagasan untuk mendirikan Museum Bank Indonesia juga terinspirasi dari beberapa bank sentral di negara lain yang mendirikan museum.

Tujuan Pendirian Museum Bank Indonesia

Pendirian Museum Bank Indonesia memiliki beberapa tujuan strategis, yang diharapkan mampu mendukung program pengembangan kawasan kota lama sebagai destinasi wisata unggulan di Jakarta.
  • Mendorong perkembangan sektor pariwisata bersama beberapa museum lain yang sudah ada di sekitar kawasan Kota, seperti Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Keramik, dan Museum Bahari.
  • Sebagai lembaga yang mampu mencari, mengumpulkan, menyimpan, dan merawat benda-benda maupun dokumen bersejarah yang saat ini dimiliki
  • Memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat tentang peran dan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah nasional.
  • Menjadi wahana wisata serta sarana pendidikan dan penelitian bagi semua orang, baik dari dalam negeri maupun luarnegeri, untuk melakukan kajian tentang tugas dan fungsi Bank Indonesia.
  • Mampu menunjukkan karakteristik Bank Indonesia secara menyeluruh ditinjau dari aspek kepada masyarakat, sehingga dapat menciptakan persepsi yang proporsional kepada Bank Indonesia.

Referensi :

http://www.bi.go.id/id/tentang-bi/museum/Default.aspx

http://www.bi.go.id/id/tentang-bi/museum/tentang/latar-belakang/Contents/Default.aspx

http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Bank_Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar sesuai dengan materi artikel, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dengan tidak menuliskan kata-kata singkatan tidak baku. Komentar yang hanya berisi satu atau dua kalimat saja akan dianggap sebagai komentar spam.

Paket Wisata Dieng

Paket Wisata Dieng

Menjelajah Negeri Di Atas Awan, penawaran spesial Paket Wisata Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Penginapan Dieng

Penginapan Dieng

Reservasi Penginapan Dieng, lebih murah dan hemat, tetap berkualitas. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Sewa Motor Dieng

Sewa Motor Dieng

Jasa sewa motor murah di Dieng dengan berbagai pilihan menarik. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Sewa Tenda Dieng

Sewa Tenda Dieng

Jasa Penyewaan Tenda Camping di Dieng dan Gunung Prau 2.565. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Open Trip Gunung Prau

Open Trip Gunung Prau

Program spesial untuk Anda, Open Trip Pendakian Gunung Prau Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Rental Mobil Dieng

Jasa Rental Mobil Dieng

JASA RENTAL MURAH MOBIL DIENG, melayani berbagai rute & tujuan. Calya Wisata : 0852-0009-6334.