Kamis, September 11, 2014

Museum Pos Indonesia, Bandung

Museum Pos Indonesia adalah tempat menyimpan benda-benda bersejarah yang berhubungan dengan Pos. Museum ini terletak di Jalan Cilaki No. 73 Bandung , Jawa Barat, berada di sebelah Gedung Kantor Pusat PT Pos Indonesia. Dibangun di atas lahan seluas ± 706 m², dengan gaya arsitektur Italia masa Renaissance yang dirancang oleh dua arsitek ternama, Ir. J. Berger dari Landsgebouwdienst.

Sejarah Museum Pos Indonesia

Museum Pos Indonesia dibangun pada tanggal 27 Juli 1920 dan secara resmi baru dibuka pada tahun 1931. Pada awal berdirinya diberi nama Museum Pos, Telegraph, dan Telepon (PTT), dan hanya memiliki beberapa koleksi benda-benda pos yang sebagian besar berupa perangko dari dalam dan luar negeri.



Selama Perang Dunia ke-2, keadaan Museum Pos Indonesia kurang terawat, dan kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak koleksi benda-benda pos yang terlantar. Kemudian pada tanggal 18 Desember 1980, Direksi Perum Pos dan Giro membentuk Panitia Persiapan Pendirian Museum Pos dan Giro untuk menghidupkan kembali museum. Semenjak saat itu, mulai dilakukan pembenahan ulang dan inventarisasi koleksi benda-benda bersejarah yang berhubungan dengan pos.

Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 27 September 1983, Museum Pos Indonesia diresmikan oleh Menparpostel Republik Indonesia, bersamaan dengan Hari Bhakti Postel ke-30. Pada waktu itu, museum telah memiliki berbagai koleksi benda-benda pos sejak ratusan tahun silam, yang melewati lima masa kekuasaan, yaitu masa kekuasaan Kompeni dan Bataafsche Republiek (1707-1803), masa pemerintahan Daendels (1808-1811), masa pemerintahan Inggris (1811-1816), masa pemerintahan Hindia Belanda (1866-1942), masa Jepang (1942-1945) dan masa Kemerdekaan.



Dan selama masa Kemerdekaan, Museum Pos Indonesia telah berganti nama sebanyak lima kali, yaitu Jawatan PTT (1945-1961), lalu berubah menjadi PN Postel (1962-1965), PN Pos dan Giro (1965-1978), Perum Pos dan Giro (1978-1995,) dan pada tahun 1995 jadi PT Pos Indonesia (Persero).

Wisata Ke Museum Pos Indonesia, Bandung

Kegiatan Wisata Di Museum Pos Indonesia

Saat ini, Museum Pos Indonesia telah memiliki gadget Win Audio tour guide. Fasilitas tersebut memungkinkan para wisatawan yang datang mengunjungi museum untuk merasakan pengalaman berkeliling museum sembari mendapatkan informasi dan nilai edukasi. Hal ini tentu saja akan membuat perjalanan wisata semakin bermakna.






Audio tour guide adalah seperangkat alat yang dilengkapi dengan tombol angka, untuk memudahkan pengunjung mendapatkan informasi audio, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, berkaitan dengan benda-benda pos, hanya dengan menekan tombol sesuai dengan posisi objek. Pemasangan perangkat Win Audio tour guide ini merupakan terobosan teknologi pihak pengelola untuk mengoptimalkan layanan kepada para pengunjung.

Baca artikel lain tentang Tempat Wisata Di Bandung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar sesuai dengan materi artikel, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dengan tidak menuliskan kata-kata singkatan tidak baku. Komentar yang hanya berisi satu atau dua kalimat saja akan dianggap sebagai komentar spam.

Paket Wisata Dieng

Paket Wisata Dieng

Menjelajah Negeri Di Atas Awan, penawaran spesial Paket Wisata Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Penginapan Dieng

Penginapan Dieng

Reservasi Penginapan Dieng, lebih murah dan hemat, tetap berkualitas. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Sewa Motor Dieng

Sewa Motor Dieng

Jasa sewa motor murah di Dieng dengan berbagai pilihan menarik. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Sewa Tenda Dieng

Sewa Tenda Dieng

Jasa Penyewaan Tenda Camping di Dieng dan Gunung Prau 2.565. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Open Trip Gunung Prau

Open Trip Gunung Prau

Program spesial untuk Anda, Open Trip Pendakian Gunung Prau Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Rental Mobil Dieng

Jasa Rental Mobil Dieng

JASA RENTAL MURAH MOBIL DIENG, melayani berbagai rute & tujuan. Calya Wisata : 0852-0009-6334.