Rabu, November 05, 2014

Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran merupakan salah satu tempat wisata alam, berada di berada di kawasan Gunung Baluran, masuk dalam wilayah Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, dan saat ini dikelola oleh Balai Taman Nasional Baluran, beralamat di Jl. Raya Situbondo-Banyuwangi Desa Wonorejo, Kec. Banyuputih Kab. Situbondo. Ekosistem di Taman Nasional ini terdiri dari hutan mangrove, hutan pantai, hutan musim, tumbuhan sabana, hutan rawa, hutan pegunungan, dan hutan hijau sepanjang tahun. Tumbuhan sabana mendominasi seluruh ekosistem di Taman Nasional Baluran, yang mencakup hampir 40 persen dari total wilayah. Pintu masuk Taman Nasional Baluran berada di Karangtekok dan Wonorejo.

Sekilas Tentang Gunung Baluran

Gunung Baluran merupakan salah satu gunung di ujung timur Pulau Jawa. Kawasan gunung ini berbatasan dengan Selat Madura di sebelah utara, dan Selat Bali di Bagian Timur. Memiliki ketinggian hingga 1.247 meter di atas permukaan laut, dan memiliki kaldera cukup besar di bagian puncaknya, dengan kedalaman hingga 600 meter. Lereng-lereng di sekitar Gunung Baluran terdiri atas formasi lembah dan jurang berbatu. Topografi pada daerah lebih rendah didominasi oleh dataran yang agak bergelombang, dan terdapat beberapa bukit, seperti bukit Glengseran 124 mdpl, Bukit Begol 64 meter, dan bukit Priuk 211 meter. Di dataran inilah terhampar padang savana sangat luas, di beberapa tempat diselingi pepohonan, meskipun jarang. Sedangkan di daerah pantai terdapat karang cukup terjal. Gunung Baluran juga menjadi habitat beberapa jenis satwa langka, sehingga kawasan ini ditetapkan sebagai Taman Nasional pada tahun 1980, oleh Menteri Pertanian Rebulik Indonesia.

Sejarah Taman Nasional Baluran

Potensi kawasan Gunung Baluran sebagai cagar alam untuk melindungi satwa-satwa penting sudah diketahui sejak lama. Salah seorang pemburu berkebangsaan Belanda, bernama AH. Loedeboer, sebelum tahun 1928 pernah singgah di wilayah Baluran. Ia melihat bahwa kawasan Baluran memiliki nilai penting, khususnya sebagai habitat beberapa jenis mamalia besar. Semenjak itulah ia begitu serius dalam menaruh perhatian terhadap Gunung Baluran. Dan pada tahun 1930, kawasan Baluran diusulkan sebagai hutan lindung oleh Direktur Kebun Raya Bogor saat itu, KW.Dammerman. Tujuh tahun kemudian, Baluran ditetapkan sebagai kawasan Suaka Margasatwa, oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, melalui ketetapan GB. No. 9, tanggal 25 September 1937 Stbl. 1937 No. 544. Status sebagai kawasan Suaka Margasatwa kembali ditetapkan oleh Menteri Pertanian dan Agraria Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Nomor. SK/II/1962 tanggal 11 Mei 1962. Penetapan status sebagai Taman Nasional baru dilakukan 18 tahun kemudian, yaitu pada tanggal 6 Maret 1980, oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, bertepatan dengan hari Strategi Pelestarian se-Dunia.

Keindahan Taman Nasional Baluran

Keindahan Taman Nasional Baluran


Luas Kawasan Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran memiliki luas total 25.000 hektare, yang mencakup seluruh kawasan di Gunung Baluran. Penetapan luas tersebut dilakukan oleh Menteri Kehutanan, melalui Surat Keputusan Nomor 279/Kpts.-VI/1997, tanggal 23 Mei 1997. Kawasan tersebut dibagi menjadi beberapa zona sesuai dengan peruntukannya. Pembagian zona ini ditetapkan pada tanggal 13 Desember 1999, melalui SK. Dirjen PKA No. 187/Kpts./DJ-V/1999, yang meliputi lima zona, yaitu:
  • zona inti, luas 12.000 ha
  • zona rimba, luas 5.537 ha
  • zona pemanfaatan intensif, luas 800 ha
  • zona pemanfaatan khusus, luas 5.780 ha
  • zona rehabilitasi, luas 783 ha




Potensi Wisata Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran memiliki beragam potensi wisata menarik yang terbagi dalam beberapa pos pengamatan, seperti Pos Pengamatan Batangan; Bekol dan Semiang; Bama, Balanan, dan Bilik; Manting, dan Air Kacip; Popongan, Sejile, Sirontoh, Kalitopo; dan Curah Tangis. Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, sebaiknya dilakukan pada musim kemarau, yaitu pada bulan Maret hingga Agustus. Pada bulan-bulan tersebut, biasanya kawasan Taman Nasional ini cukup ramai pengunjung, karena merupakan musim kunjungan terbaik di Baluran.

Flora Dan Fauna Di Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang cukup bervariasi dan dilindungi. Pada tahun 2013, setidaknya erdapat sekitar 475 jenis tumbuhan dari 100 famili, beberapa diantaranya termasuk tumbuhan asli daerah setempat yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi di daerah sangat kering. Satwa yang ada di kawasan ini juga cukup banyak, setidaknya terdapat sekitar 155 jenis burung, beberapa diantaranya termasuk dalam jenis burung langka. Taman Nasional ini juga menjadi habitat dari 26 jenis mamalia.

Lihat Daftar Taman Nasional Di Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan memberikan komentar sesuai dengan materi artikel, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dengan tidak menuliskan kata-kata singkatan tidak baku. Komentar yang hanya berisi satu atau dua kalimat saja akan dianggap sebagai komentar spam.

Paket Wisata Dieng

Paket Wisata Dieng

Menjelajah Negeri Di Atas Awan, penawaran spesial Paket Wisata Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Penginapan Dieng

Penginapan Dieng

Reservasi Penginapan Dieng, lebih murah dan hemat, tetap berkualitas. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Sewa Motor Dieng

Sewa Motor Dieng

Jasa sewa motor murah di Dieng dengan berbagai pilihan menarik. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Sewa Tenda Dieng

Sewa Tenda Dieng

Jasa Penyewaan Tenda Camping di Dieng dan Gunung Prau 2.565. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Open Trip Gunung Prau

Open Trip Gunung Prau

Program spesial untuk Anda, Open Trip Pendakian Gunung Prau Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Rental Mobil Dieng

Jasa Rental Mobil Dieng

JASA RENTAL MURAH MOBIL DIENG, melayani berbagai rute & tujuan. Calya Wisata : 0852-0009-6334.