Selasa, Maret 17, 2015

Museum Sonobudoyo (Sanabudaya) Jogja

Museum Sonobudoyo adalah salah satu museum yang menyimpan benda-benda bersejarah dan bertema budaya Jawa, termasuk arsitektur bangunan Jawa kuno. Museum ini dianggap memiliki koleksi budaya Jawa yang paling lengkap setelah Museum Nasional republik Indonesia di Jakarta.

Beberapa koleksi benda-benda bersejarah di Museum Sonobudoyo antara lain keramik jaman neolitik, patung perunggu abad kedelapan, wayang kulit, topeng Jawa, keris, serta berbagai macam senjata kuno dan tradisional lain. Museum Sonobudoyo terdapat di dua tempat, yaitu di Jalan Trikora No. 6 Yogyakarta, dan nDalem Condrokiranan, Wijilan, Yogyakarta, atau di sebelah timur alun-alun lor Keraton Yogyakarta. Di Museum Sonobudoyo nDalem Condrokiraman ini pada malam hari digelar pertunjukan wayang kulit singkat, lengkap dengan alat musik tradisional Jawa (gamelan).






Koleksi Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo memiliki koleksi kurang lebih 43.000 benda-benda bersejarah dan bertema budaya Jawa yang dikelompokkan menjadi 10 kategori, yaitu Koleksi Numismatik dan Heraldika, Koleksi Filologi, Koleksi Keramologika, Koleksi Seni rupa, Koleksi Teknologi, Koleksi Geologi, Koleksi Biologi, Koleksi Arkeologi, Koleksi Etnografi, dan Koleksi Historika.

Pengunjung bisa melihat koleksi benda-benda tersebut di beberapa ruang, yaitu Ruang Pendopo dan Sekitarnya, Ruang Pengenalan, Ruang Prasejarah, Ruang Klasik dan Peninggalan Islam, Ruang Batik, Ruang Wayang, Ruang Topeng, Ruang Jawa Tengah, Ruang Bal, dan Ruang Emas.






Sekilas Tentang Berdirinya Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo didirikan oleh Java Instituut yaitu yayasan yang berkonsentrasi pada kebudayaan, terutama di daerah Jawa, Madura, Bali, dan Lombok. Java Instituut berpusat di Surakarta, dan mendapatkan kewenangan untuk melakukan kegiatan organisasinya berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Jakarta dengan No. 73, tanggal 17 Desember 1919.

Museum Sonobudoyo

Gerbang Museum Sonobudoyo


Dalam kongres Java Instituut yang diselenggarakan di Surakarta pada tahun 1924, diputuskan untuk mendirikan sebuah museum untuk mengumpulkan berbagai data kebudayaan dari daerah Jawa, Madura, Bali, dan Lombok.






Setelah melalui proses pengumpulan data dan benda-benda bersejarah, akhirnya pada tahun 1934 didirikan sebuah museum di atas sebidang tanah hibah dari Sri Sultan Hamengkubuwana VII, yang pendiriannya ditandai dengan candrasengkala Buta Ngrasa Esthining Lata. Kemudian pada tanggal 6 November 1935 secara resmi museum dibuka untuk umum dan diberi nama Museum Sonobudoyo. Peresmian museum tersebut ditandai dengan Kayu Winayangan ing Brahaman Budha.

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Sonobudoyo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan memberikan komentar sesuai dengan materi artikel, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dengan tidak menuliskan kata-kata singkatan tidak baku. Komentar yang hanya berisi satu atau dua kalimat saja akan dianggap sebagai komentar spam.

Paket Wisata Dieng

Paket Wisata Dieng

Menjelajah Negeri Di Atas Awan, penawaran spesial Paket Wisata Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Penginapan Dieng

Penginapan Dieng

Reservasi Penginapan Dieng, lebih murah dan hemat, tetap berkualitas. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Sewa Motor Dieng

Sewa Motor Dieng

Jasa sewa motor murah di Dieng dengan berbagai pilihan menarik. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Sewa Tenda Dieng

Sewa Tenda Dieng

Jasa Penyewaan Tenda Camping di Dieng dan Gunung Prau 2.565. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Open Trip Gunung Prau

Open Trip Gunung Prau

Program spesial untuk Anda, Open Trip Pendakian Gunung Prau Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Rental Mobil Dieng

Jasa Rental Mobil Dieng

JASA RENTAL MURAH MOBIL DIENG, melayani berbagai rute & tujuan. Calya Wisata : 0852-0009-6334.