Kamis, Mei 28, 2015

Tentang Pulau Bali Dan Potensi Wisatanya

Pulau Bali merupakan salah satu wilayah sekaligus pulau terbesar di Provinsi Bali, selain Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Serangan. Provinsi Bali beribukota di Denpasar, masuk dalam wilayah Bali bagian selatan. Pulau Bali berada di sebelah timur Pulau Jawa, memiliki potensi wisata sangat besar sehingga menjadi destinasi wisata paling populer di Indonesia. Bukan hanya terkenal di Indonesia, tetapi potensi wisata Bali juga sudah sangat populer di berbagai negara, terutama dikalangan wisatawan Jepang dan Australia. Mayoritas penduduk Bali beragama Hindu, sehingga tak mengherankan jika pulau tersebut dijuluki sebagai Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura, karena memang di Bali banyak sekali Pura yang merupakan tempat ibadah umat Hindu sebagai agama mayoritas di sana.

Batas Wilayah Pulau Bali

Secara geografis Pulau Bali berbatasan dengan Laut Bali di bagian utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat di bagian timur, Samudera Hindia di bagian selatan dan Pulau Jawa (Provinsi Jawa Timur) di bagian barat. Jarak ke Provinsi Jawa Timur hanya sekitar 3,2 kilometer yang dibatasi oleh Selat Bali.

Sejarah Bali

Konon Pulau Bali mulai berpenghuni pada 3000-2500 SM oleh orang-orang yang bermigrasi dari Asia. Era prasejarah di Bali diperkirakan berakhir pada 100 SM, semenjak datangnya ajaran Hindu dari India, seperti tertera pada prasasti berbahasa Sanskerta. Pengaruh ajaran Hindu begitu kuat, sehingga kebudayaan Bali secara berangsur mulai mengikuti budaya India. Kebudayaan Hindu India semakin cepat mempengaruhi Budaya Bali semenjak abad ke 1 Masehi.






Kerajaan Majapahit sebagai kerajaan Hindu terkuat dan berpusat di Pulau Jawa pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali sekitar tahun 1343 M. Pada waktu itu, hampir seluruh wilayah nusantara, yang notabenenya berada dibawah pemerintahan kerajaan Majapahit, memeluk agama hindu. Semenjak runtuhnya kerajaan Majapahit, dan mulai berdirinya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara, banyak masyarakat Hindu di Pulau Jawa yang bermigrasi ke Bali.

Orang Eropa pertama kali datang ke Pulau Bali adalah dari Potugis pada tahun 1585. Ketika itu kapal Portugis terdampar di daerah dekat Tanjung Bukit, Jimbaran. Namun, sepertinya mereka tidak begitu tertarik dengan pulau tersebut. Baru pada tahun 1597, Cornelis De Houtman dari Belanda datang ke Bali. Melalui VOC, Belanda mulai menerapkan penjajahan di daerah tersebut. Sehingga tercatat Cornelis De Houtman lah yang pertama menemukan Pulau Bali.

Bali Tempo Doeloe

Bali Tempo Doeloe


Pendudukan Belanda di Bali terus mendapatkan perlawanan dari rakyat, bahkan sekitar tahun 1840-an Belanda melakukan serangan besar-besaran di daerah Sanur dan Denpasar. Rakyat Bali yang kalah baik dari segi jumlah pasukan maupun persenjataan tidak mau menyerah begitu saja. Bagi warga Bali, menyerah bukanlah hal yang terhormat, sehingga mereka berperang sampai titik darah penghabisan atau dalam bahasa Bali disebut dengan Perang Puputan. Hampir seluruh rakyat, baik pria maupun wanita terlibat dalam perang tersebut.

Tujuan perang puputan ini bukanlah untuk mengalahkan musuh, tetapi lebih dahsyat daripada itu, yakni mati dihadapan musuh daripada menyerah. Dalam peristiwa tersebut, diperkirakan sebanyak 4000 orang tewas. Adanya perlawanan yang begitu hebat dari rakyat Bali membuat Belanda tidak begitu leluasa dalam memberikan pengaruhnya, baik terhadap budaya, agama, serta kondisi sosial setempat. Sehingga tak mengherankan jika sampai saat ini warga Bali masih memegang teguh pada budaya leluhur.

Semenjak Jepang menduduki wilayan Indonesia selama parang dunia II (1942-1945), termasuk di Bali, seorang bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Pejuang Kemerdekaan di Bali. Dan setelah Jepang menyerah kepada pasukan Sekutu, I Gusti Ngurah Rai bersama pasukannya merampas persenjataan Jepang. Ketika Belanda berhasil kembali ke Indonesia dan bermaksud menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya, pasukan I Gusti Ngurah Rai mencoba untuk menentang dan melakukan perlawanan, yang akhirnya pada tanggal 20 November 1945 pecahlah perang di Desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali tengah. Terjadilah pertempuran yang dikenal Perang Puputan Margarana, dimana I Gusti Ngurah Rai bersama pasukannya bertempur sampai titik darah penghabisan. Sebuah peristiwa yang sangat heroik kembali terulang di Bali, seluruh pasukan pejuang Bali dibawah pimpinan I Gusti Ngurah Rai tewas pada pertempuran waktu itu.






Tahun 1963 terjadilah peristiwa alam yaitu meletusnya Gunung Agung yang mengakibatkan guncangan hebat terhadap perekonomian Bali. Banyak penduduk Bali bertransmigrasi ke daerah-daerah lain di Indonesia untuk perbaikan kesejahteraan mereka. Namun, seiring dengan perkembangan industri pariwisata di daerah tersebut, kondisi perekonomian Bali secara berangsur mulai pulih, bahkan menjadi salah satu daerah yang mengalami pertumbuhan ekonomi sangat tinggi.

Namun, ditengah-tengah pertumbuhan ekonomi dan perkembangan industri pariwisatanya, lagi-lagi Pulau Seribu Pura ini harus mengalami goncangan hebat. Terjadi sebuah tragedi pada tanggal 12 Oktober 2002 yang dikenal sebagai Tragedi Bom Bali 1 dan menewaskan 202 orang dengan 209 orang cedera. Peristiwa tersebut sontak membuat industri pariwisata di Bali mengalami penurunan sangat signifikan. Belum selesai berbenah, kembali terjadi serangan Bom Bali 2 pada tahun 2005.

Seiring dengan berjalanannya waktu, Bali terus mengadakan perbaikan dan pembenahan di segala bidang, termasuk dalam bidang keamanan. Perlahan-lahan industri pariwisata di Bali mulai menggeliat lagi, dan saat ini Bali telah kembali memposisikan dirinya sebagai destinasi wisata andalan Indonesia.

Potensi Wisata Bali

Nama Bali sudah sangat terkenal bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Harus diakui, bahwa Bali merupakan primadona pariwisata Indonesia, bahkan tingkat kemajuan industri pariwisata Bali turut memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Berkembangnya industri pariwisata di Bali tidak lepas dari petonsi wisata yang dimiliki kawasan tersebut. Ya, selain memiliki keindahan alam mempesona, baik di daerah pantai maupun dataran tinggi, Bali juga memiliki peninggalan sejarah yang teramat penting. Berbagai situs sejarah, terutama bangunan keagamaan, di Bali harus diakui menjadi salah satu potensi yang cukup besar untuk sektor pariwisata. Tak hanya itu, Bali juga memiliki budaya khas yang cukup unik dan terus dipelihara turun-temurun. Kuatnya budaya Bali inilah yang menjadi faktor utama perkembangan industri pariwisata. Keunikan dan kekhasan budaya Bali ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, dan budaya inilah daya tarik yang tak tergantikan.






Tempat Wisata Di Bali

Banyak tempat wisata di Bali yang namanya sudah begitu populer hingga ke mancanegara. Sebut saja Pantai Kuta Bali, yaitu tempat wisata primadona para turis sekaligus ikon wisata Bali. Selain Pantai Kuta, ada juga Tanah Lot, yaitu tempat wisata yang menggabungkan potensi keindahan pantai dengan bangunan peninggalan sejarah berupa Pura. Pura Tanah Lot sangat diminati wisatawan karena keunikannya. Selain itu, ada juga Pantai Nusa Dua dan Pantai Tanjung Benoa. Kedua pantai tersebut berada di kawasan elit Provinsi Bali. Kini Bali sedang mengembangkan kawasan wisata terpadu bernama Garuda Wisnu Kencana atau lebih dikenal dengan sebutan GWK Bali. Kawasan wisata Ubud juga turut menjadi pendorong industri pariwisata Bali. Ubud dengan budaya khas dan karya seninya turut memperkaya pilihan tempat wisata di Bali. Terlebih lagi kawasan wisata Ubud juga memiliki potensi keindahan alam berupa pemandangan memukau di area persawahan terasering dan hutan monyet atau monkey forest. Lihat informasi selengkapnya pada artikel Daftar Tempat Wisata Di Bali.

Baju Adat/Pakaian Adat Bali

Sebenarnya Bali memiliki pakaiann adat sangat bervariasi, tergantung pada daerah yang memiliki simbol dan ornamen sendiri-sendiri dan juga disesuaikan dengan jenis kegiatan atau upacara. Namun, secara umum pakaian adat Bali terdiri dari beberapa bagian, antara lain:

Pakaian Adat Bali Untuk Pria

  1. Udeng (ikat kepala)
  2. Kain kampuh
  3. Umpal (selendang pengikat)
  4. Kain wastra (kemben)
  5. Sabuk
  6. Keris
  7. Ornamen dan perhiasan
  8. Sering pula dikenakan baju kemeja, dan jas
  9. Ada juga yang mengenakan alas kaki

Pakaian Adat Bali Untuk Wanita

  1. Gelung (sanggul)
  2. Sesenteng (kemben songket)
  3. Kain wastra
  4. Sabuk prada (stagen), membelit pinggul dan dada
  5. Selendang songket bahu ke bawah
  6. Kain tapih atau sinjang, di sebelah dalam
  7. Ornamen dan perhiasan
  8. Sering pula dikenakan kebaya dan kain penutup dada
  9. Ada juga yang mengenakan alas kaki
Lihat juga tips mengenakan kain Bali


Tari Bali

Bali dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi budaya nenek moyang mereka. Keyakinan merekat terhadap tradisi dan budaya warisan nenek moyang begitu kuat. Salah satu manifestasi dari produk budaya dan tradisi mereka adalah seni tari. Seni tari di Bali juga sangat disukai oleh wisatawan, oleh karena itulah tari Bali sering digelar untuk menghibur para wisatawan. Secara umum, tari Bali dikategorikan dalam tiga kelompok, yaitu wali, bebali, dan balih-balihan. Wali merupakan kelompok tari Bali yang dianggap sakral. Bebali merupakan kelompok tari yang biasa digelar pada saat diselenggarakan upacara. Sedangkan balih-balihan merupakan kelompok tari yang hanya digelar sebagai hiburan bagi para pengunjung. Berikut beberapa contoh tari Bali.

Kelompok tarian wali

  1. Sang Hyang Dedari
  2. Sang Hyang Jaran
  3. Tari Rejang
  4. Tari Baris

Kelompok tarian bebali

  1. Tari Topeng
  2. Gambuh

Kelompok tarian balih-balihan

  1. Tari Legong
  2. Arja
  3. Joged Bumbung
  4. Drama Gong
  5. Barong
  6. Tari Pendet
  7. Tari Kecak
  8. Calon Arang
  9. Tari Janger
Untuk melihat ulasan lebih lengkap lihat pada artikel Tari Bali.

Makanan Khas Bali

Bali memiliki banyak makanan khas yang sangat menarik, bercita rasa tinggi, dan tentu saja menggugah selera. Kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata ini selalu berburu makanan khas daerah Bali. Secara umum makanan khas Bali dapat dikategorikan dalam dua kelompok, yaitu makanan utama dan jajanan. Beberapa makanan khas Bali yang cukup terkenal antara lain, dari kelompok makanan utama yaitu ayam betutu, bebek betutu, babi guling, sate babi guling, sate penyu, timbungan, nasi bubuh, nasi tepeng, berengkes, dll. Sedangkan dari kelompok jajanan yang cukup populer dan paling banyak diburu wisatawan antara lain bubuh sagu, bubuh tuak, bubuh sumsum, rujak bulung, jaja uli misi tape, jaja batun duren, dll. Lihat ulasan lebih lengkap pada artikel Makanan Khas Bali.

Rumah Adat Bali

Masyarakat Bali percaya bahwa tata letak ruangan harus diatur sedemikian rupa, sehingga bisa menghadirkan keharmonisan dalam segala bidang. Jika di Cina ada Feng Shui, maka di Bali ada Asta Kosala Kosali. Pada umumnya arsitektur bangunan tradisional Bali mengedepankan hiasan berupa ukiran dan perpaduan warna yang cukup ramai. Ragam hias dan ornamen bangunan mengandung arti sesuai dengan simbol-simbol yang digunakan. Lihat Gambar Rumah Adat Bali di bawah, atau kunjungi artikel Rumah Adat Bali untuk informasi selengkapnya.

Rumah Adat Bali

Gambar Rumah Adat Bali


Pantai Bali

Bali sangat terkenal sebagai destinasi wisata dengan objek wisata utama pantai. Terutama di Bali bagian selatan, memiliki pantai yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, sehingga memiliki gelombang ombak yang cukup besar. Beberapa pantai yang cukup populer di wilayah Bali antara lain Pantai Kuta, Pantai Sanur, Pantai Jimbaran, Pantai Tanjung Benoa, Pantai Tanah Lot, Pantai Pandawa, Pantai Lovina, Pantai Dreamland, dan masih banyak lagi. Lihat ulasan selengkapnya di Daftar Pantai Di Bali
Pantai Kuta Bali

Sunset Di Pantai Kuta Bali


Hotel Di Bali

Sebagai daerah wisata tentu saja Bali memiliki banyak pilihan hotel dan penginapan, baik hotel bertarif murah maupun hotel berbintang. Pertumbuhan industri perhotelan di Bali sebagai salah satu sektor utama pendukung pariwisata juga berjalan seiring dengan perkembangan industri pariwisata Bali. Seperti halnya kota-kota besar lain, di Bali banyak ditemukan hotel-hotel berbintang berkelas internasional. Tarih yang ditawarkan masing-masing hotel sangat bervariasi, tergantung pada fasilitas dan sarana yang dimiliki hotel tersebut. Selain itu, keberadaan atau lokasi hotel juga turut menentukan tingkat kemahalan hotel bersangkutan. Silahkan klik pada link berikut untuk mencari informasi Hotel murah di Bali.

Peta Bali

Silahkan lihat dan jelajahi Peta Bali yang tersemat di bawah ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan memberikan komentar sesuai dengan materi artikel, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dengan tidak menuliskan kata-kata singkatan tidak baku. Komentar yang hanya berisi satu atau dua kalimat saja akan dianggap sebagai komentar spam.

Paket Wisata Dieng

Paket Wisata Dieng

Menjelajah Negeri Di Atas Awan, penawaran spesial Paket Wisata Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Penginapan Dieng

Penginapan Dieng

Reservasi Penginapan Dieng, lebih murah dan hemat, tetap berkualitas. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Sewa Motor Dieng

Sewa Motor Dieng

Jasa sewa motor murah di Dieng dengan berbagai pilihan menarik. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Sewa Tenda Dieng

Sewa Tenda Dieng

Jasa Penyewaan Tenda Camping di Dieng dan Gunung Prau 2.565. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Open Trip Gunung Prau

Open Trip Gunung Prau

Program spesial untuk Anda, Open Trip Pendakian Gunung Prau Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Rental Mobil Dieng

Jasa Rental Mobil Dieng

JASA RENTAL MURAH MOBIL DIENG, melayani berbagai rute & tujuan. Calya Wisata : 0852-0009-6334.