Rabu, Juni 10, 2015

Sejarah Tanah Lot Bali

Catatan tentang Sejarah Tanah Lot (Pura Tanah Lot) memang tidak bisa lepas dari Legenda Pura Tanah Lot, salah satu legenda yang berkembang di Bali, sehingga tak mengherankan jika terdapat beberapa unsur mitologi dalam berbagai ulasan sejarah Tanah Lot. Pura Tanah Lot merupakan tempat wisata favorit di Bali, terbukti dengan begitu banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Tanah Lot. Nama pura tersebut sudah begitu populer, bukan hanya dikalangan wisatawan domestik, tetapi juga para turis dari berbagai negara. Salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Tanah Lot adalah keberadaan sebuah pura di atas tebing karang yang menjorok ke laut. Pada saat air laut pasang, pura tersebut seolah-olah berada di tengah laut. Baca Pura Tanah Lot Bali untuk melihat lebih detil ulasan tentang tempat wisata tersebut.

Sejarah Pura Tanah Lot

Dalam catatan Sejarah Pura Tanah Lot Bali serta berdasaran legenda tentang pura tersebut, dikisahkan bahwa seorang brahmana bernama Bhagawan Dang Hyang Nirartha yang juga dikenal dengan nama Dang Hyang Dwijendra menyebarkan ajaran Hindu ke Bali pada abad ke-16. Dalam misi tersebut, Dang Hyang Niartha di sambut baik oleh Raja Dalem Waturenggong, seorang raja yang berkuasa di Pulau Bali pada waktu itu. Sehingga dengan berbagai kemudahan dan dukungan yang diberikan oleh Sang Penguasa, ajaran agama Hindu yang dibawa oleh Dang Hyang Nirartha bisa berkembang cepat hingga ke pelosok-pelosok Bali. Tentu saja nama Dang Hyang Nirartha juga menjadi populer di berbagai kalangan masyarakat Bali waktu itu.

Konon, menurut legenda tersebut, suatu ketika Dang Hyang Nirartha melihat cahaya atau sinar yang diyakini sebagai sinar suci dari arah laut. Maka Sang Brahmana segera mencari lokasi dari mana datangnya sinar tersebut, dan tiba di sebuah desa yang bernama Beraban Tabanan. Desa tersebut dipimpin oleh seorang yang menganut aliran monotheisme, bernama Bendesa Beraban Sakti.

Karena berbeda keyakinan dengan Dang Hyang Nirartha, ia sangat menentang ajaran Hindu yang disebarkan oleh Dang Hyang Nirartha. Perbedaan keyakinan tersebut juga menimbulkan rasa tidak senang dalam diri Bendesa Beraban terhadap Dang Hyang Nirartha, karena para pengikutnya banyak yang meninggalkannya dan mengikuti Dang Hyang Nirartha.

Pura Tanah Lot

Gambar Pura Tanah Lot Bali


Suatu ketika, Dang Hyang Nirartha melakukan meditasi di atas batu karang di tepi pantai. Berbagai upaya dilakukan oleh Bendesa agar Dang Hyang Nirartha pergi meninggalkan Tanah Lot. Dang Hyang Nirartha menyanggupi permintaan Bendesa untuk meninggalkan Tanah Lot. Konon, sebelum pergi meninggalkan Tanah Lot, dengan kekuatannya Dang Hyang Nirartha memindahkan bongkahan batu karang tempat ia bersemedi hingga ke tengah pantai dan membangun Pura di atasnya. Menurut legenda tersebut, ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular tersebut sampai sekarang masih ada, dengan ciri-ciri berbentuk pipih dan tubuhnya berwarna belang hitam kuning, memiliki racun tiga kali lebih kuat dibanding ular kobra. Ular tersebut berada di sebuah gua di bawah Pura Tanah Lot.




Semenjak peristiwa tersebut, Bendesa Beraban mengakui kekuatan Dang Hyang Nirartha dan mengikuti ajarannya. Sesuai janjinya, Dang Hyang Nirartha pun meninggalkan Tanah Lot, dan sebelum pergi, ia meninggalkan keris sakti kepada Bendesa Beraban yang bisa digunakan untuk menghilangkan penyakit pada tanaman. Saat ini, keris tersebut disimpan di Puri Kediri dan secara rutin penduduk Desa Beraban mengadakan upacara keagamaan di Pura Tanah Lot setiap enam bulan sekali.

Peran Tanah Lot Dalam Industri Pariwisata Bali

Tanah Lot memiliki peran cukup besar dalam industri pariwisata Bali, dan termasuk salah satu tempat wisata favorit di Bali. Oleh sebab itu, pemerintah melakukan penataan daerah di sekitar Tanah Lot, sehingga menjadi lebih menarik bagi wisatawan. Tak hanya itu, gangguan abrasi di sekitar Pura Tanah Lot juga menjadi perhatian pemerintah. Setidaknya pemerintah telah membangun tetrapod sebagai pemecah gelombang dan memperkuat tebing di bawah Pura dengan membangun karang-karang buatan.

Bagi Anda yang ingin menjalajahi berbagai tempat wisata di Bali, sebaiknya rencanakan terlebih dahulu agenda perjalanan Anda. Sebagai tambahan informasi, silahkan baca artikel kami Daftar Tempat Wisata Di Bali. Kunjungan ke Tanah Lot, sebaiknya dilakukan saat air laut surut, sehingga bisa lebih leluasa untuk menelusuri seluruh bangunan pura.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan memberikan komentar sesuai dengan materi artikel, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dengan tidak menuliskan kata-kata singkatan tidak baku. Komentar yang hanya berisi satu atau dua kalimat saja akan dianggap sebagai komentar spam.

Paket Wisata Dieng

Paket Wisata Dieng

Menjelajah Negeri Di Atas Awan, penawaran spesial Paket Wisata Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Penginapan Dieng

Penginapan Dieng

Reservasi Penginapan Dieng, lebih murah dan hemat, tetap berkualitas. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Sewa Motor Dieng

Sewa Motor Dieng

Jasa sewa motor murah di Dieng dengan berbagai pilihan menarik. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Sewa Tenda Dieng

Sewa Tenda Dieng

Jasa Penyewaan Tenda Camping di Dieng dan Gunung Prau 2.565. Calya Wisata : 0852-0009-6334.
Open Trip Gunung Prau

Open Trip Gunung Prau

Program spesial untuk Anda, Open Trip Pendakian Gunung Prau Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Rental Mobil Dieng

Jasa Rental Mobil Dieng

JASA RENTAL MURAH MOBIL DIENG, melayani berbagai rute & tujuan. Calya Wisata : 0852-0009-6334.